BOEN BIO diresmikan pada th 1907. Pada awal
nya kelenteng ini bernama Boen Tjiang Soe ( Wen Ch'ang Szu ), Boen
( Wen ) berarti kesusasteraan / peradaban, Tjiang (Ch'ang) berarti
menggemilangkan dan Soe (Szu) berarti mewarisi, sehingga Boen Tjiang
Soe berarti mewarisi dan menggemilangkan kesusasteraan / peradaban.
Kelenteng Boen Tjiang Soe didirikan atas
inisiatif Go Tik Lie dan Lo Toen Siong, yang mengadakan perundingan
dengan Mayor The Boen Ke, pada tahun 1882 untuk mendirikan Kelenteng
(gereja) Khonghucu. Setahun kemudian Kelenteng di bangun dengan
menghabiskan dana f11.316.63
Tahun 1904 Kang Yu Wei datang ke Surabaya
dan berkunjung ke kelenteng Boen Tjiang Soe, karena letak kelenteng
berada di dalam kampung, beliau menyarankan agar di pindahkan di
tepi jalan raya. Setelah pengurus bermusyarawah dengan Mayor The
Thoan Ing, Kelenteng di bangun pada th 1906 dan diresmikan th 1907
dengan nama BOEN BIO. Oleh pihak Belanda di sebut GEREDJA BOEN BIO
atau GEREDJA KHONG HOE TJOE ( DE KERK VAN CONFUCIUS) |